home about us tracks gallery events download inspiration contact us

Asia Sport Leadership Training Conference

Pada tanggal 14-30 November 2008, Gen-B dengan dibantu oleh berbagai gereja lokal di Jakarta dan Bogor serta ber-partnership dengan teman-teman dari berbagai negara, menyelenggarakan Asia Sport Leadership Training and Conference. Acara ini dihadiri oleh 84 orang dari 14 negara dari seluruh benua. Mini Region Squash adalah pertemuan orang-orang yang melayani di bidang olahraga di kawasan Asia Tenggara. Acara diadakan secara berkesinambungan yaitu Training For Trainers (TOT) yang bersamaan dengan Fast Track, International Sport Leadership Training (ISLT) level 2, Asia Meeting dan ditutup oleh Max 7 Curriculum Writer bagi para pembina anak.

International Sport Leadership Training adalah pelatihan untuk menciptakan dan membangun pemimpin-pemimpin yang siap di dalam dunia yang sedang Tuhan persiapkan bagi mereka dan gereja masa depan. Mereka akan menjadi tim yang bisa memperlebar kerajaan Allah dan membuat perubahan di komunitas-komunitas anak muda.

Tidak seperti sekolah yang hanya belajar, ujian dan akhirnya lulus, yang paling menjadi perhatian kami, dan konsentrasi utama kami adalah bagaimana mereka bisa membangun partnership. Ini bicara bagaimana mereka bisa bekerja dalam tim karena kita berasal dari berbagai negara dan latar belakang. Jadi bukan seperti sekolah yang hanya untuk bagaimana saya bisa lulus, tetapi bagaimana kami bisa lulus. Dengan bekerja samalah, mereka bisa lulus. Yang akan dilakukan dalam partnership adalah dengan berfokus pada visi. Dan saat kami menghadapi tantangan, kami saling menguatkan, saat seorang lemah kami tolong tetapi saat seorang kuat kami terus menguatkannya (Phillip Devadas – Malaysia).

Seorang pemimpin dari sebuah negara terbesar di Asia memberikan kesaksian bahwa ISLT benar-benar mengubah hidupnya dan ia pun mulai pelayanan olahraga di daerahnya begitu kembali dari pelatihan. Ia mulai membagikan visi pelayanan olahraga kepada para pemimpin gereja lokal, bahkan sampai sekarang, karena belum banyak orang yang mengerti tentang pelayanan ini. Ia sangat ingin membagikan visinya ini dan apa yang ia punya. Ia bertekad akan terus melakukannya karena di negaranya memiliki banyak penduduk.

Ia pun mulai mencari orang-orang sebagai tim. Oleh karenanya, ia membawa beberapa pemimpin lokal sehingga ketika mereka pulang, mereka bisa menjadi tim.

Ia juga berharap terutama di Asia bisa terjalin networking di antara negara-negara. Training ini sangat baik karena terdiri dari berbagai negara sehingga mereka bisa belajar satu sama lain.

Berikut ini adalah beberapa kesaksian dari perwakilan beberapa negara yang hadir dalam acara ini :

Timing – Hongkong

Saya sangat senang berada di Indonesia untuk mengikuti ISLT level 2. Sangat menyenangkan untuk bertemu pemimpin-pemimpin muda di Asia dan Asia Tenggara. Saya melihat para pemimpin muda mengambil alih dengan energi lebih dan visi yang lebih baik tentang masa depan untuk memobilisasi gereja dan menggunakan pelayanan olahraga menjangkau hidup anak-anak muda lain. Dan training ini sangat baik karena memiliki langkah-langkah praktek dan teori bagi berbagai bidang pelayanan olahraga untuk digunakan untuk menyampaikan kasih Kristus dan memuliakan nama Tuhan.  

   

Poon Pek Ya – Singapore - Sport Ministry Training Team

Saya datang dengan rekan-rekan lain di pelayanan olahraga, training di sini sangat luar biasa. Saya bisa bertemu banyak orang dan punya kesempatan untuk ber-network. Selain itu, saya mulai berpikir untuk melihat pelayanan saya dengan berbagai perspektif baru dibagikan di training untuk diterapkan di pelayanan saya di sekolah, gereja, di Singapura. Kesempatan bertemu dengan orang-orang sangat luar biasa, karena di situlah kita merasa dikuatkan, berbagi visi serta kegembiraan dalam pelayanan kita. Kita bisa melihat banyak orang juga mengalami banyak hal dan kesulitan dalam pelayanan mereka masing-masing sehingga kita tidak merasa sendirian. Karena merekapun melakukan dan merasakan hal-hal yang sama dengan kita di berbagai negara.

   

Kenji Sato – Jepang - Gembala Soccer School

Saya belajar tentang betapa pentingnya ber-partnership dan betapa sulitnya melayani dengan perbedaan budaya yang ada. Saya banyak belajar mengenai bagaimana mengatasinya. Saya sendiri seringkali mengalami kesulitan mengatasi perbedaan budaya yang ada di tengah klub kami. Tetapi sekarang saya memiliki teman-teman yang bisa saya hubungi sehingga saya bisa lebih efektif lagi dalam pelayanan.

   

Jerry Gomes – Timor Leste - pemimpin youth

Saya pikir dahulu olahraga bukanlah sesuatu yang spiritual. Namun melalui ISLT saya tahu segala sesuatunya termasuk olahraga dapat kita pakai untuk memuliakan Tuhan. Saya juga belajar mengenai kepemimpinan. Apa yang saya dapatkan dapat diterapkan tidak hanya di pelayanan olahraga tetapi juga dalam pelayanan lain. Saya juga senang bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai gereja dan negara lain sehingga kita bisa saling berbagi pengalaman dan saling belajar. Saya berharap melalui training ini, partnership bisa terbangun dan bisa saling mendukung.

   

Kami percaya bahwa apa yang kita lakukan ini membawa dampak yang besar tidak hanya untuk kota Jakarta tapi juga untuk Indonesia dan bangsa-bangsa lain

Kita akan melihat bahwa melalui olahraga , gereja-gereja bersatu, penuaian besar terjadi dan kota-kota berubah karena individu di dalamnya berubah dengan cara pandang berbeda dengan nilai-nilai kerajaan Allah di dalamnya.

Dan setiap peserta yang ada akan menjadi pemimpin-pemimpin yang melahirkan pemimpin-pemimpin dan agen-agen perubahan serta berjejaring dengan para pemimpin yang lainnya.

Karena pelayanan ini tidak dibangun oleh satu orang tapi bersama.